Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri, menekankan momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 harus dimanfaatkan untuk mempercepat capaian program imunisasi nasional. “Melalui rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia kami ingin menguatkan kembali kesadaran masyarakat bahwa imunisasi sangat penting untuk melindungi generasi kita," katanya.
"Ini bukan hanya kegiatan seremonial. Tetapi gerakan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia lebih sehat,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menegaskan imunisasi merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi. Ia menyoroti pentingnya menjangkau kelompok yang belum terlayani.
“Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui inisiatif The Big Catch-Up di 36 negara. Ini membuktikan bahwa tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau jika ada komitmen bersama. Namun, kampanye ini bukan pengganti sistem imunisasi rutin yang kuat,” ujarnya.
Dari sisi global, perwakilan WHO Indonesia, Olivia, menyebut imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dan berdampak luas. Ia mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara aktif.
“Tidak semua negara merayakan Pekan Imunisasi Dunia secara masif seperti Indonesia, ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” katanya. dilansir rri.co.id