Beranda Politik KSP Jenderal Dudung: Pemerintah Pastikan Arah Pembangunan ke Ekonomi Restoratif

KSP Jenderal Dudung: Pemerintah Pastikan Arah Pembangunan ke Ekonomi Restoratif

Kepala Staf (Kastaf) Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah terus menggeser orientasi pembangunan ke arah ekonomi restoratif, dalam dialog terbuka dengan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB)

0
Berdialog terbuka, KSP pastikan arah pembangunan ke ekonomi restoratif

Pernyataan itu merespons pertanyaan dari mahasiswa bernama Aldian Adam Faris dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan yang mempertanyakan regulasi dan komitmen pemerintah dalam memimpin transformasi struktural dari pola ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berbasis ekologi.

Mahasiswa kedua, Naufal Syahfahlevie Samosir dari fakultas yang sama, juga secara kritis menguji reliabilitas visi swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045. Analisis mahasiswa tersebut menyoroti aspek fundamental durasi regenerasi manusia, secara khusus mencetak seorang petani mandiri, adaptif, dan tangguh memerlukan investasi waktu yang panjang, berkisar antara 10 hingga 12 tahun.

Pembangunan infrastruktur fisik dan teknologi pertanian akan berakhir sia-sia jika pemerintah tidak memiliki strategi makro jangka panjang untuk menarik minat generasi muda dan memotong stigma negatif profesi petani.

Menjawab kerangka berpikir tersebut, Kastaf Dudung mengawalinya dengan meluruskan dikotomi konseptual di ruang publik. Ia membedakan antara swasembada pangan dengan swasembada beras.

Dudung juga mengklarifikasi bahwa besarnya cadangan beras di gudang Bulog bukan indikator tunggal swasembada, melainkan instrumen intervensi darurat negara. Terkait regenerasi, Kastaf membenarkan data bahwa mayoritas petani Indonesia berumur di atas 40 tahun dan menegaskan bahwa modernisasi teknologi adalah kunci utama agar sektor agraria kembali memikat di mata generasi muda.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here