Tak hanya itu, kelompok yang rutin melakukan latihan beban juga memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 19 persen lebih rendah. Sementara itu, risiko kematian akibat penyakit neurologis, termasuk demensia, turun hingga 27 persen.
Meski begitu, para peneliti menemukan bahwa manfaat tambahan dari latihan beban cenderung tidak meningkat secara signifikan ketika durasinya melebihi 119 menit per minggu.
Selain latihan beban, olahraga aerobik juga tetap memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memenuhi rekomendasi aktivitas aerobik mingguan memiliki risiko kematian 26 hingga 43 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang berolahraga.
Manfaat paling optimal justru terlihat pada mereka yang menggabungkan kedua jenis olahraga tersebut. Peserta yang rutin melakukan aktivitas aerobik dalam jumlah tinggi dan melengkapi rutinitasnya dengan latihan beban selama 60 hingga 119 menit per minggu memiliki risiko kematian hingga 45 persen lebih rendah.
Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa studi tersebut memiliki beberapa keterbatasan. Sebagian besar data diperoleh dari laporan peserta mengenai kebiasaan olahraga dan gaya hidup mereka sendiri sehingga masih berpotensi mengandung ketidakakuratan.