Para ilmuwan telah lama tertarik pada kemampuan luar biasa ini. Mereka menemukan tiga faktor utama yang melindungi burung pelatuk dari cedera. Pertama, struktur tulang hyoid yang mengelilingi tengkorak dan bertindak sebagai “sabuk pengaman” setelah dampak awal. Kedua paruh asimetris yang mengurangi beban pada otak dengan menyalurkan gaya dari ujung paruh ke dalam tulang. Ketiga plat tulang dengan struktur spons di berbagai titik pada tengkorak yang mendistribusikan kekuatan benturan, melindungi otak dari guncangan.
Struktur kepala burung pelatuk telah menginspirasi berbagai inovasi teknologi, terutama dalam merancang pelindung kepala untuk manusia. Para ilmuwan dari Universitas California, Berkeley, menemukan empat struktur utama yang mampu menyerap guncangan mekanis; paruh keras tetapi elastis, otot dan struktur lidah kenyal (hyoid), jaringan lunak berongga (spons) di tengkorak, serta cara tengkorak dan cairan cerebrospinal berinteraksi untuk menekan getaran. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga dalam merancang helm yang lebih efektif dan peredam kejut mekanis.