Beranda Warta Kementerian Mensos: Lulusan Sekolah Rakyat Tidak Boleh Ada yang Menganggur

Mensos: Lulusan Sekolah Rakyat Tidak Boleh Ada yang Menganggur

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan bahwa para lulusan Sekolah Rakyat nantinya akan diarahkan pada dua jalur utama.

0
Ilustrasi

Sebanyak 453 siswa Sekolah Rakyat dipastikan akan lulus pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 11 siswa berada di tingkat SMA dengan rincian lima orang ingin kuliah, empat orang ingin bekerja dan menjadi TNI, serta dua orang belum menentukan pilihan.

Gus Ipul menegaskan bahwa kegagalan program Sekolah Rakyat adalah jika lulusannya masih menganggur.

"Kalau menganggur, gagal Sekolah Rakyat," tegasnya.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan masyarakat Indonesia melalui jalur pendidikan. Penyelenggaraan sekolah ini diatur dalam Perpres Nomor 120 Tahun 2025.

Saat ini, pemerintah sedang mempercepat pembangunan puluhan gedung permanen di berbagai kabupaten/kota.

Sebanyak 93 gedung Sekolah Rakyat dalam proses pembangunan, dengan 69 persen ditargetkan tuntas pada bulan Juli untuk proses pembelajaran pertama.

Para siswa Sekolah Rakyat tinggal di asrama, mendapatkan seragam sekolah, konsumsi makanan tiga kali sehari plus camilan dua kali sehari, serta fasilitas pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) termasuk laptop dan papan tulis digital.

Selain menyekolahkan anak, program ini juga memberdayakan orang tua siswa melalui program pemberdayaan ekonomi serta renovasi rumah tidak layak huni.

"Nanti anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dan muaranya anaknya lulus sekolah, keluarganya naik kelas. Inilah miniatur daripada pengentasan kemiskinan," pungkas Gus Ipul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here