Beranda Berita Pakar: Tidak Hanya Atasi Stunting, Program MBG Juga Sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Pakar: Tidak Hanya Atasi Stunting, Program MBG Juga Sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Di Kabupaten Gorontalo sendiri, dapur MBG mulai aktif menyerap jagung lokal dan menggandeng Dinas Perikanan untuk menyuplai ikan tuna fillet tangkapan nelayan.

0
Istimewa

CARAPANDANG – Ahli Gizi dari IPB, Lesda Lybaws menyambut baik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui program ini, tidak hanya sekadar menjadi solusi pemenuhan gizi di sekolah, namun juga solusi mengatasi stunting di negeri ini.

Hadirnya program tersebut, merupakan wujud nyata investasi jangka panjang negara yang langsung menyentuh akar permasalahan di masyarakat.

“Masalah stunting di Indonesia layaknya fenomena gunung es yang memiliki akar multidimensional mulai dari, asupan makan, ekonomi (keluarga), hingga buruknya sanitasi yang memicu infeksi berulang pada anak,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 30 Mei 2026.

Dia mengatakan, kini program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo ini tidak hanya menyasar anak usia sekolah, namun juga telah mencakup sasaran 3B, yakni Balita, Ibu Menyusui (Busui), dan Ibu Hamil (Bumil) guna menyasar periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Di balik narasi pemenuhan nutrisi, MBG juga hadir sebagai jembatan untuk mengatasi kerentanan ekonomi. 

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Tri Nuryanti, mengatakan masih ada 81 kabupaten/kota rentan rawan pangan. Di daerah tersebut, keluarga prasejahtera harus menghabiskan hingga 65 persen pendapatan untuk pangan. Kehadiran MBG dinilai mampu meringankan beban pengeluaran sehingga sisa pendapatan bisa dialihkan untuk pendidikan dan kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here