Beranda Umum Pameran "Tatah", Upaya Ukir Jepara Tembus Pengakuan Dunia

Pameran "Tatah", Upaya Ukir Jepara Tembus Pengakuan Dunia

Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak lagi diposisikan sebatas menjaga warisan, tetapi juga mengoptimalkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat

0
Pameran Tatah

Pendekatan edukatif menjadi salah satu kekuatan utama pameran ini. Pengunjung diajak memahami proses kreatif melalui rekonstruksi ruang kerja pengukir (brak), serta mengenal alat dan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini mempertegas fungsi pameran sebagai ruang interaksi antara tradisi dan inovasi.

Dalam perspektif global, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi lintas negara untuk memperkuat pengakuan bersama terhadap tradisi ukir sebagai warisan budaya dunia. Langkah ini sekaligus memperluas jejaring kerja sama budaya dan industri kreatif Indonesia.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa ukir Jepara merupakan bagian dari identitas dan denyut kehidupan masyarakat. “Di balik setiap ukiran, terdapat makna, sejarah, dan penghidupan ribuan keluarga. Ini bukan sekadar produk, tetapi peradaban,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan regenerasi perajin menjadi perhatian serius. Penurunan minat generasi muda terhadap profesi pengukir dinilai memerlukan intervensi kebijakan dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Direktur Pelaksana “TATAH” 2026, Veronica Rompies, menambahkan bahwa pameran ini dirancang sebagai ruang refleksi yang mengangkat ukiran sebagai karya seni adiluhung. “‘TATAH’ mempertemukan nilai sejarah, keterampilan, dan kemanusiaan dalam proses penciptaan karya. Harapannya, dampak pameran ini dapat berlanjut menjadi solusi nyata bagi keberlanjutan hidup para perajin,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here