CARAPANDANG - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis temuan awal investigasi terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Hasil investigasi menyebutkan bahwa dua insiden terpisah pada 29 dan 30 Maret 2026 disebabkan oleh tembakan tank Israel dan perangkat peledak rakitan (IED) yang dipasang oleh Hizbullah.
Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam pernyataannya di New York pada Selasa (7/4), menjelaskan bahwa berdasarkan bukti fisik dan analisis di lokasi kejadian, proyektil yang menyebabkan gugurnya Kopral Farizal Rhomadon pada 29 Maret adalah peluru tank kaliber 120 mm yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju Ett Taibe.
"Perlu diingat bahwa UNIFIL telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret untuk mengurangi risiko terhadap personel PBB," tegas Dujarric.
Sementara itu, terkait insiden kedua pada 30 Maret yang merenggut nyawa Mayor Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, PBB menemukan bahwa ledakan disebabkan oleh IED yang diaktifkan dengan kawat pemicu (tripwire).
Berdasarkan karakteristik ledakan dan lokasi kejadian di Bani Hayyan, investigasi menilai bahwa IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah.