CARAPANDANG - Harga emas anjlok sekitar 3% setelah serangkaian kabar buruk menghantam sang logam mulia.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (5/6/2026) ditutup di posisi US$ 4328,80. Harganya ambruk 3,24%.
Penurunan sebesar 3,4% sehari adalah yang terdalam sejak 20 Maret 2026 (3,45%).
Pelemahan ini juga membawa emas ke level terendah sejak 31 Desember 2025 atau sepanjang tahun ini.
Dalam sepekan, harga emas ambruk 4,56% atau terendah sejak pekan ke empat Maret 2026.
Harga emas jatuh karena dihantam beragam faktor mulai dari lonjakan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan imbal hasil, data tenaga kerja AS hingga harga minyak.
Semua ini bermuara pada satu hal yakni kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.
Indeks dolar menembus level 100,05 atau level tertinggi sejak akhir Maret 2026. Sementara ituimbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik di atas 4,5% dan yield tenor 30 tahun menembus 5%.
Pembelian emas dikonversi dalam dolar AS sehingga kenaikan dolar membuat permintaan turun. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan imbal hasil surat utang AS membuat emas tidak menarik. dilansir cnbcindonesia.com