Beranda Politik Pembagian Sembako Saat May Day di Monas Dikritik, PDIP: Tidak Selesaikan Masalah Buruh

Pembagian Sembako Saat May Day di Monas Dikritik, PDIP: Tidak Selesaikan Masalah Buruh

Menurut PDIP, aksi bagi-bagi sembako tersebut tidak menyelesaikan akar permasalahan yang dihadapi para pekerja.

0
Presiden Prabowo bersama Buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional di Monas (Istimewa)

CARAPANDANG - PDI Perjuangan (PDIP) mengkritisi pembagian paket sembako kepada buruh dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026). Menurut PDIP, aksi bagi-bagi sembako tersebut tidak menyelesaikan akar permasalahan yang dihadapi para pekerja.

Mengutip laporan Tirto.id, Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menyampaikan kritik tersebut dalam acara peringatan May Day yang digelar PDIP di Jakarta, Minggu (3/5/2026). Ia menilai pemerintah hanya memberikan "permen" kepada buruh di momen yang seharusnya menjadi ruang perjuangan kelas pekerja.

"Kemarin saya lihat 1 Mei, buruh hanya dikasih sembako palingan harganya Rp 100.000. Tapi tidak menyelesaikan persoalan buruh. Outsourcing masih tetap outsourcing, tidak menyelesaikan persoalan buruh," ujar Ribka seperti dikutip Tirto.id.

Politisi yang akrab disapa Mba Ning itu menegaskan, buruh tidak menuntut kemewahan. "Buruh hanya menuntut keadilan! Buruh hanya menuntut kesejahteraan! Tapi ini pun tidak diberikan oleh negara," tegasnya.

Ribka juga menyoroti kesenjangan antara kebijakan pemerintah dengan realitas di lapangan. Ia mengutip pernyataan pemerintah yang menyebut telah menaikkan gaji buruh sebesar 20 persen, namun menurutnya kebutuhan pokok justru naik hingga 50 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here