Adapun chip high-end yang dimaksud akan memiliki kepadatan transistor setara dengan proses 1,4 nanometer. Ambisi ini diungkap saat sanksi AS masih mempersulit China untuk membangun chip tercanggih di dunia.
Proyeksi terbaru Huawei diungkap pada Senin (25/5/2026) waktu setempat. Klaim ini langsung menjadi sorotan dari berbagai pihak.
Huawei menyebut prinsip Hukum Skala Tau, yakni sebuah prinsip baru untuk meningkatkan chip karena industri tidak lagi dapat hanya mengandalkan pembuatan transistor yang lebih kecil.
He Tingbo, presiden bisnis semikonduktor Huawei dan direktur Komite Ilmuwan, memperkenalkan konsep baru tersebut dalam pidato utama berjudul "Jalur Semikonduktor Baru dalam Praktik" pada Simposium Internasional IEEE tentang Sirkuit dan Sistem (ISCAS) 2026 di Shanghai, dikutip dari Reuters, Senin (1/6/2026).
Meskipun Huawei belum membeberkan data performa mandiri, tetapi target ini tetap mencuri perhatian. Pasalnya, transistor dengan kepadatan setara proses 1,4 nanometer diperkirakan akan mendekati batas global untuk pembuatan chip canggih sekitar akhir dekade ini.
China selama ini dipandang tak bisa mencapai level tersebut melalui kapasitas manufaktur konvensionalnya. Pasalnya, Washington turut membatasi akses China terhadap alat litografi canggih dan teknologi-teknologi kunci lainnya dalam mengembangkan semikonduktor.