Safrizal berharap inisiatif tersebut tidak berhenti di Aceh Tamiang, melainkan dapat diperluas ke daerah terdampak lainnya. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain, termasuk di Sumatera Utara, guna membantu membangkitkan semangat masyarakat pascabencana.
Selain itu, ia meminta tim USK menyampaikan berbagai temuan di lapangan sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam memperkuat upaya pemulihan.
"Tim yang telah turun ke masyarakat, tolong catat apa yang bisa diberikan kepada saya baik sebagai Ketua MWA atau sebagai Kepala Posko Satgas Bencana. Sarankan kepada kami apa yang bisa kita lakukan," ujarnya.
Safrizal menegaskan bahwa ilmu pengetahuan akan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Ilmu tidak hanya sekadar ilmu, tetapi ilmu pengetahuan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat bagi manusia," katanya.
Di sisi lain, pemulihan sarana dan prasarana kesehatan pascabencana di tingkat makro menunjukkan perkembangan positif.
Data Kementerian Kesehatan dan Posko Satgas PRR per 8 Juni 2026 menunjukkan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas di tiga provinsi terdampak yang sempat berhenti beroperasi telah kembali beroperasi normal.
Dari total 2.952 puskesmas pembantu, sebanyak 99,76 persen telah pulih, menyisakan enam unit yang masih menggunakan gedung pengganti.