Terkait perkembangan penyelidikan terhadap dua serangan pada akhir Maret lalu yang menyebabkan tiga personel UNIFIL asal RI gugur, Dujarric memastikan bahwa “hasil penyelidikan masih diproses hingga saat ini”.
Tiga personel penjaga perdamaian asal RI kembali menjadi korban akibat sebuah ledakan yang terjadi pada Jumat di El Addaiseh. Peristiwa itu merupakan insiden serius ketiga yang berdampak pada personel RI di UNIFIL.
Indonesia telah kehilangan tiga prajurit TNI di Lebanon, yakni Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3), disusul Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada Senin (30/3).
Sementara itu, sebanyak lima prajurit lain TNI yang terluka dalam dua peristiwa itu adalah Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Dengan bertambahnya tiga personel yang terluka akibat insiden pada Jumat, sejauh ini tercatat sebanyak delapan prajurit TNI terluka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon.