Ia juga menjelaskan bahwa penerimaan Akpol tahun ini hanya melalui satu jalur yaitu jalur reguler. Masyarakat pun diimbau agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengklaim bisa meloloskan peserta dengan imbalan tertentu.
Menurutnya, kelulusan peserta sepenuhnya bergantung pada kemampuan masing masing dalam menjalani seluruh rangkaian seleksi yang sudah ditetapkan.
“Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi percaya kepada pihak-pihak yang mengaku dapat meluluskan peserta, karena seluruh proses dilakukan secara objektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Proses seleksi Akpol 2026 sendiri telah dimulai sejak 9 hingga 30 Maret 2026 melalui pendaftaran daring dan verifikasi data. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas serta pemeriksaan administrasi awal.
Tahapan berikutnya mencakup berbagai tes mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes psikologi berbasis komputer, hingga ujian akademik, mental, dan ideologi yang berlangsung dalam beberapa gelombang hingga Mei 2026.
Peserta juga akan mengikuti uji kebugaran jasmani, pemeriksaan tambahan, hingga sidang kelulusan di tingkat daerah sebelum melangkah ke seleksi tingkat pusat yang berlangsung pada Juli 2026.
Rangkaian seleksi ini dikenal sebagai salah satu proses paling panjang dan ketat dalam penerimaan calon taruna kepolisian.