CARAPANDANG - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon.
Dia mengaku bahwa dirinya turut merasakan duka yang mendalam saat memberikan penghormatan terakhir kepada Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon.
“Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenazah mereka, hati saya ikut tergetar. Memang seorang prajurit disumpah untuk siap mengorbankan jiwa dan raganya ketika tugas negara memanggil. Namun, saya bisa merasakan duka yang mendalam dari keluarga mereka,” ungkapnya lewat akun X, Minggu, 5 Maret 2026.
SBY mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi secara serius, jujur, dan adil. Dan dia pun mengatakan PBB juga harus bertanggung jawab menjelaskan rangkaian insiden yang menyebabkan jatuhnya korban dari Indonesia.
Selanjutnya dia mengatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB sejatinya bertugas menjaga perdamaian (peacekeeping), bukan melakukan operasi tempur (peacemaking). Karena itu, mereka tidak dipersenjatai secara kuat dan tidak memiliki mandat tempur.