Beranda Internasional Tak Ada Perayaan di Teheran pada Hari Pertama Kesepakatan Iran-AS

Tak Ada Perayaan di Teheran pada Hari Pertama Kesepakatan Iran-AS

Seorang wanita tampak menangis saat acara pawai mengenang almarhum Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi saat ini, Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, pada 7 Mei 2026. (Carapandang/Xinhua/Shadati)

0
Xinhua

CARAPANDANG.COM, TEHERAN -- Bagi Reza, seorang sopir taksi berusia 34 tahun di Teheran, tanggal 15 Juni ini hanyalah hari Senin biasa. Dia mencuci taksinya di pagi hari, kemudian berangkat menuju Alun-alun Enghelab, menunggu penumpang pertamanya. Semua berjalan seperti biasa.

   Namun bagi kota itu sendiri, hari Senin tersebut memiliki makna khusus. Bagi dunia luar, Teheran telah menjadi pusat perhatian. Pada Senin dini hari, Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan bahwa, setelah lebih dari tiga bulan konflik, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

   Namun demikian, meski sebagian besar dunia menyambut gencatan senjata itu sebagai langkah yang telah lama ditunggu-tunggu menuju stabilitas di Timur Tengah, banyak warga di Teheran, yang telah berulang kali mengalami gelombang serangan udara AS dan Israel selama setahun terakhir, tidak langsung merasakan jaminan perdamaian.

   "Jika orang-orang mengalami apa yang kami alami, mereka akan tahu bahwa janji-janji Amerika saja tidak cukup untuk membawa perdamaian sejati," kata Reza. "Topik tentang perayaan rasanya terlalu berlebihan. Kami hanya ingin melanjutkan hidup," imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here