[3] Dari cerita Anas bin Malik di atas, kita mengetahui bagaimana Rasulullah SAW tidak marah sama sekali saat perintahnya tidak diindahkan oleh Anas. Nabi justru menegur dan mengingatkan Anas dengan senyuman. Keramahan inilah yang selalu terekam di ingatan Anas bahwa, Rasulullah SAW orang yang paling santun di dunia ini. Kesantunan Nabi Muhammad SAW. Juga terekam dalam peristiwa Thaif. Saat dakwah islam mengalami kebuntuan di Makkah, Nabi Muhammad saw. beserta Zaid bin Haritsha ra. mencoba membentangkan dakwah beliau ke kota yang terletak di tenggara Makkah, yaitu Thaif.
Sesampai di kota itu, ternyata Nabi disambut dengan cacian dan ejekan. Pembesar kota Thaif menolak mentah-mentah diplomasi Nabi dan mengusir beliau. Penduduk setempat juga diperintahkan menghujani Nabi beserta sahabatnya dengan cacian, bahkan dengan lemparan batu. Nabi Muhammad SAW. lari meningalkan kota Thaif dengan kaki terpincang berlumuran darah. Sedangkan kepala Zaid bin Haritsah memancarkan darah segar. Setelah berada di tempat yang aman, dua manusia pilihan itu beristirahat membersihkan luka.