Selain itu, akses menuju lokasi pembangunan yang sebagian besar berbukit dan sulit dijangkau turut memperlambat distribusi material. Sebagai solusi, material ditempatkan lebih dekat ke lokasi kerja dan diterapkan sistem kerja paralel.
Kendala lain berupa sengketa lahan antara pemerintah daerah dan masyarakat juga dihadapi di beberapa titik. Upaya komunikasi langsung terus dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Sementara itu, untuk titik lainnya, terdapat desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan KDMP.
Dalam arahannya, Kolonel Inf Akatoto menyoroti lambatnya progres pekerjaan di beberapa titik. Ia menegaskan pentingnya percepatan pekerjaan dengan pengawasan ketat di lapangan.
Menurutnya, Babinsa harus berperan aktif sebagai pengawas dengan memantau hasil kerja harian serta berkoordinasi dengan kepala tukang guna memastikan target waktu tercapai.
Ia juga meminta agar dibuat posko sebagai pusat kontrol untuk memantau progres dan penggunaan anggaran secara transparan.
“Target saya, 19 titik harus selesai hingga akhir April dari total 36 titik. Ajukan apa yang dibutuhkan agar pekerjaan bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Senada, Letkol Czi Gunawan Indra menekankan pentingnya pengendalian kerja yang terukur, khususnya oleh Pasi Ter.