Pada Selasa (7/4/2026), Dewan Keamanan PBB gagal mengadopsi rancangan resolusi yang menyerukan langkah-langkah pertahanan terkoordinasi guna memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Rusia dan China memveto draf resolusi tersebut.
Dalam proses pemungutan suara, rancangan resolusi yang diusulkan Bahrain tersebut didukung 11 negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis. Dua negara, yakni Kolombia dan Pakistan, memilih abstain
Seusai voting, Menteri Luar Negeri (Menlu) Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayan mengutarakan kekecewaannya atas kegagalan Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang disusun negaranya. "Dewan gagal memikul tanggung jawabnya terkait dengan tindakan ilegal yang membutuhkan tindakan tegas tanpa penundaan," ujarnya, dikutip Anadolu.
Saat ini Bahrain diketahui tengah memegang kursi kepresidenan Dewan Keamanan PBB. Rancangan resolusi yang disusun Bahrain terkait Selat Hormuz menyerukan sejumlah hal.
Draf tersebut mendorong negara-negara "mengoordinasikan upaya, yang bersifat defensif, sesuai dengan keadaan, untuk berkontribusi dalam memastikan keselamatan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz, termasuk melalui pengawalan kapal dagang dan komersial, dan untuk mencegah upaya menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz".