Ia menceritakan pengalamannya beberapa hari lalu saat melakukan patroli dan inspeksi mendadak (sidak) di perairan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).
"Masih banyak nelayan dari luar Sumbar yang mencari ikan menggunakan pukat harimau dan bom. Praktik ini sangat mengkhawatirkan bagi kelestarian alam dan merugikan nelayan tradisional kita," tuturnya dengan nada prihatin.
Wagub Vasko berharap semangat inovasi dan kecintaan terhadap alam yang ditumbuhkan di Poltekpel Sumbar dapat menginspirasi upaya pelestarian lingkungan laut secara lebih luas.
Ia juga menggarisbawahi potensi besar sektor pelayaran yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat.
"Republik Indonesia terkenal dengan jargon 'nenek moyang kita pelaut', namun masih banyak sektor bisnis di dunia pelayaran yang belum dioptimalkan. Generasi muda masih banyak yang hanya berpikir tentang bisnis di darat, padahal banyak orang sukses dari laut dan pelayaran," ucapnya.
Vasko mendorong para wisudawan untuk membawa nama besar Poltekpel Sumbar ke manapun mereka berlayar nantinya.
"Para pelaut sudah menerapkan budaya merantau karena berlayar hingga ke ujung dunia. Saya berharap alumni Poltekpel bisa berlayar di kapal-kapal asing dan mengharumkan nama Sumbar di kancah internasional," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan dukungan pemerintah provinsi terhadap pengembangan inkubator bisnis maritim.