“Dalam hadits ini terdapat keutamaan niat baik, dan bahwa siapa yang berniat melakukan jihad atau ketaatan lainnya lalu terhalang oleh udzur, maka ia tetap mendapatkan pahala niatnya.”
Nabi ﷺ juga bersabda: “Barang siapa memohon syahid kepada Allah dengan tulus, maka Allah akan menyampaikannya ke derajat para syuhada walaupun ia meninggal di atas tempat tidurnya.” (Shahih Abu Dawud)
2. Menjaga Shalat Fardhu di Masjid
Dari Abu Umamah, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk melaksanakan salat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berihram untuk haji. Dan barang siapa keluar untuk melaksanakan salat dhuha, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah.” (HR. Abu Dwud dan selainnya)
Para Syurrah (ulama yang mensyarahi hadits) memiliki beragam pendapat dalam menyerupakan orang yang keluar dalam keadaan bersuci untuk menunaikan shalat fardhu di masjid dengan orang yang berihram untuk haji.
Pertama: Ia diberi pahala yang Allah lipatgandakan, sehingga sebanding dengan pahala orang yang benar-benar sedang berihram haji.
Kedua: Keserupaan itu terletak pada pahala yang diberikan sejak ia keluar hingga Kembali. Maksudnya, sebagaimana seorang haji sejak pertama kali keluar dari rumahnya sampai kembali lagi dicatat pahala pada setiap langkahnya, demikian pula orang yang shalat—apabila ia berwudhu lalu keluar menuju shalat hingga kembali pulang— maka dicatat baginya pahala pada setiap langkah.