Situasi ini berdampak signifikan terhadap pasar pengiriman global. Direktur Analisis Maritim di Baltic and International Maritime Council, Filipe Gouveia, menyatakan sejak 27 Februari hingga 20 Maret, Baltic Dirty Tanker Index naik 49 persen dan Baltic Clean Tanker Index naik 78 persen.
Gouveia menambahkan bahwa sekitar 30 persen ekspor minyak laut global, 4 persen kargo curah kering, dan 5,5 persen armada tanker dunia biasanya melewati Selat Hormuz dalam kondisi normal.
Sekitar 190 juta barel minyak mentah dan produk minyak bumi diperkirakan berada di atas kapal tanker yang tertahan di kawasan tersebut, menurut firma analitik Vortexa.