CARAPANDANG - Vietnam dipaksa membatalkan puluhan penerbangan domestik mulai 1 April 2026 menyusul krisis bahan bakar pesawat (Jet A-1) yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Otoritas penerbangan setempat mengonfirmasi bahwa keterbatasan pasokan minyak telah membahayakan operasional maskapai nasional.
Berdasarkan pernyataan resmi Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam (CAAV) pada Senin (23/3) malam, maskapai nasional Vietnam Airlines berencana menghentikan sementara operasi di sejumlah rute. Secara total, terdapat 23 penerbangan per minggu yang akan dibatalkan.
Rute-rute yang terdampak meliputi penerbangan dari Hai Phong menuju Buon Ma Thuot, Cam Ranh, Phu Quoc, dan Can Tho. Selain itu, penerbangan dari Kota Ho Chi Minh menuju Van Don, Rach Gia, dan Dien Bien juga ikut disetop.
Keputusan ini diambil sebagai langkah darurat untuk menghemat bahan bakar di tengah lonjakan harga minyak dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari lalu telah menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak ke kisaran 110-120 dolar AS per barel, sementara harga bahan bakar Jet A-1 di Asia menyentuh angka 220-230 dolar AS per barel.
Otoritas setempat menyebut bahwa Vietnam Airlines akan memprioritaskan rute-rute utama yang vital bagi konektivitas nasional, perdagangan, pariwisata, serta hubungan diplomatik, sementara rute sekunder sementara dihentikan.