Menurutnya, program bantuan sosial sekaligus dialog aspirasi ini menjadi bagian dari tanggung jawab moral wakil rakyat untuk memastikan kebijakan nasional tetap berpijak pada realitas kehidupan masyarakat daerah.
Ia menilai stabilitas ekonomi keluarga merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, negara harus hadir melalui kebijakan yang melindungi daya beli rakyat.
Selain pembagian bantuan, kegiatan ini juga menjadi forum terbuka bagi warga Ngawi untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan ekonomi, UMKM, lapangan kerja, hingga kebutuhan penguatan program pemberdayaan masyarakat.
Kepada warga, Novita menyampaikan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam fungsi pengawasan dan pengambilan kebijakan di DPR RI.
“Aspirasi masyarakat adalah energi utama perjuangan kami di parlemen. Dari sinilah kebijakan yang tepat bisa lahir,” katanya menegaskan.
Selain itu, kata dia, kegiatan sosial dan dialog rakyat ini mencerminkan semangat politik gotong royong yang menjadi napas perjuangan dalam memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Novita berharap hubungan antara wakil rakyat dan rakyatnya terus terjaga dan tidak boleh terputus.
“Kerja legislator itu tentang pengabdian. Ketika rakyat membutuhkan, di situlah wakil rakyat harus hadir,” kata Novita.