CARAPANDANG - Drone kembali menyerang negara-negara Arab. Setidaknya laporan muncul dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman.
Hal ini terjadi di tengah kembali memanasnya Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz. Iran dilaporkan menembak kapal Washington yang melintasi jalur minyak itu di tengah pengaman operasi baru Presiden AS Donald Trump untuk memasuki Selat Hormuz dan "mengawal" kapal-kapal yang melintas.
Mengutip AFP, serangan di UEA terjadi Senin waktu setempat. Drone menyebabkan kebakaran di instalasi energi di emirat Fujairah.
"Tim Pertahanan Sipil Fujairah segera menanggapi insiden tersebut dan terus berupaya untuk mengendalikannya," kata kantor media Fujairah dalam sebuah pernyataan, dikutip Selasa (5/5/2026).
Fujairah adalah rumah bagi pelabuhan utama, jalur pipa, dan instalasi berbasis minyak bumi. Pipa-pipa tersebut melewati Selat Hormuz yang sempit, yang kini diblokir Iran dan diblokade AS.
Hal sama juga dikatakan Kementerian Pertahanan UEA. Disebut bahwa serangan baru Iran telah menargetkan negara itu setelah beberapa peringatan dari pihak berwenang yang memperingatkan orang-orang untuk berlindung.
"Empat rudal jelajah yang diluncurkan dari Iran terdeteksi menuju berbagai wilayah di seluruh negeri," tambahnya.
"Tiga berhasil dicegat di atas perairan teritorial negara itu, sementara satu jatuh ke laut," kata kementerian pertahanan di media sosial.