IRGC juga mengklaim menghantam empat sasaran penting di pangkalan Al-Azraq, Yordania, termasuk hangar pesawat tempur F-35 dan pusat komando dan kontrol. Serangan ini menggunakan rudal jarak jauh berbahan bakar padat.
Markas Besar Khatam Al-Anbiya Iran memperingatkan bahwa serangan lebih berat dan lebih luas akan dilancarkan jika AS melanjutkan agresinya terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons dengan pernyataan tegas di media sosial.
"Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan Bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan," tulis Araghchi di X.
Ia juga memperingatkan pasukan asing untuk meninggalkan kawasan Teluk.
"Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman. Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk para pendatang asing yang mengganggu," ujarnya.
Kementerian Luar Iran juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mendesak negara-negara Teluk untuk mencegah AS dan Israel menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.
Iran menegaskan tanggung jawab hukum dan moral semua negara di kawasan (terutama yang berada di pesisir selatan Teluk Persia) untuk mencegah militer AS dan Israel menggunakan wilayah atau fasilitas mereka untuk merencanakan, mengatur, melaksanakan, atau mendukung tindakan bermusuhan terhadap Iran.