Di sisi lain perluasan daftar hitam terjadi kurang dari sebulan setelah Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing dalam pertemuan tingkat tinggi selama dua hari yang bertujuan meredakan perang dagang dan rivalitas teknologi yang telah berlangsung bertahun-tahun.
"Perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa saham AS seharusnya segera dihapus dari perdagangan dan produk-produknya harus disingkirkan dari rantai pasok yang menjadi ketergantungan negara kita," kata Moolenaar dalam sebuah pernyataan.
"Perusahaan-perusahaan Amerika harus berhenti berbisnis dengan ancaman terhadap keamanan nasional ini. Jika tidak, mereka turut mendukung kebangkitan kekuatan militer China." dilansir cnnindonesia.com