CARAPANDANG - Anggota DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras insiden serangan dua hari berturut-turut di Lebanon Selatan yang menyebabkan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur.
Bamsoet mengatakan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi perlindungan pasukan penjaga perdamaian internasional.
“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional,"ujarnya dalam keterangannya, Selasa 31 Maret 2026.
Politisi Partai Golkar mengatakan agar dunia tidak boleh diam melihat prajurit TNI yang membawa misi kemanusiaan justru menjadi korban konflik bersenjata.
"Saya mengutuk keras setiap bentuk kekerasan terhadap pasukan penjaga perdamaian,” tegas Bamsoet.
Dia menjelaskan berdasarkan laporan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dua prajurit TNI gugur akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.
Sementara satu prajurit lainnya gugur sehari sebelumnya akibat serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar.
Selain korban jiwa, dua personel lainnya mengalami luka, satu di antaranya dalam kondisi serius.
“Keberadaan pasukan perdamaian seharusnya dilindungi oleh semua pihak," tegasnya.