Beranda Umum Bolehkah Niat Puasa Wajib (Qodho) digabung dengan Niat Puasa Sunah Syawal?

Bolehkah Niat Puasa Wajib (Qodho) digabung dengan Niat Puasa Sunah Syawal?

Dalam diskursus fikih Islam, niat menduduki posisi sentral sebagai pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya. Terkait hal ini, muncul sebuah pertanyaan penting dalam praktik sehari-hari: Bolehkah satu amal memiliki ragam niat? Misalnya, melaksanakan puasa qadha Ramadhan sekaligus meniatkannya untuk puasa sunnah enam hari di bulan Syawal

0
bolehkan menggabung niat puasa Qodo  dengan Puasa Syawal

Beliau mendasarinya berdasarkab kitab “Mughni al-Muhtāj” yang mana dijelaskan bahwa orang yang berpuasa di bulan Syawal dengan niat qadha Ramadan, nadzar, atau puasa lain tetap bisa mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal. Namun, pahala tersebut tidaklah sempurna sebagaimana pahala enam hari Syawal yang dilakukan setelah menyempurnakan puasa Ramadan.

Karena itu, sebagian ulama menganjurkan agar orang yang memiliki hutang puasa Ramadan menunaikan qadha terlebih dahulu, lalu melanjutkan dengan puasa enam hari Syawal agar memperoleh pahala penuh. Namun Prof. Dr. Fadhl mencatat keheranan terhadap pendapat ini. Jika pahala yang didapat tidak sempurna (tidak seperti puasa setahun penuh), maka sejatinya kesunnahan itu tidak benar-benar terwujud secara utuh.

Kedua, Hanafiyah: Imam Abu Yusuf berpendapat yang sah adalah qadha-nya, sementara Imam Muhammad menganggapnya sebagai puasa sunnah karena niat wajibnya gugur akibat adanya perlawanan niat. Terkait hal ini, beliau mencatat: “Jika seseorang berpuasa qadha Ramadhan dan meniatkan bersamanya puasa enam hari Syawal, maka menurut Abu Yusuf puasanya jatuh sebagai qadha, sedangkan menurut Muhammad jatuh sebagai puasa sunnah.”

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here