Beranda Umum Bolehkah Niat Puasa Wajib (Qodho) digabung dengan Niat Puasa Sunah Syawal?

Bolehkah Niat Puasa Wajib (Qodho) digabung dengan Niat Puasa Sunah Syawal?

Dalam diskursus fikih Islam, niat menduduki posisi sentral sebagai pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya. Terkait hal ini, muncul sebuah pertanyaan penting dalam praktik sehari-hari: Bolehkah satu amal memiliki ragam niat? Misalnya, melaksanakan puasa qadha Ramadhan sekaligus meniatkannya untuk puasa sunnah enam hari di bulan Syawal

0
bolehkan menggabung niat puasa Qodo  dengan Puasa Syawal

Ketiga, Malikiyah: Mereka cenderung membolehkan penggabungan ini dengan analogi mandi Jumat dan mandi janabah. Tulisnya: “Mazhab Malikiyah berpendapat bolehnya menggabungkan antara puasa Arafah dan qadha dengan qiyas terhadap tahiyatul masjid… atau qiyas terhadap orang yang berniat mandi janabah sekaligus mandi Jumat, maka itu mencukupi keduanya.”

Namun, Prof. Dr. Fadhl mengkritik hal ini dengan menyatakan bahwa puasa Syawal dibatasi oleh teks hadits secara spesifik (muqayyad), sehingga tidak bisa disamakan begitu saja. Prof. Dr. Fadhl bin Abdillah Murad cenderung pada pendapat yang memisahkan kedua niat tersebut. Menurut beliau, karena puasa enam hari Syawal dan qadha Ramadhan sama-sama memiliki tujuan syariat yang mandiri (maqshūdah bi a’yāniha), maka mencampurnya akan menghilangkan esensi dari salah satu ibadah tersebut. 

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here