Beranda Sains & Teknologi China Rencanakan Program Penelitian Manusia di Stasiun Luar Angkasa

China Rencanakan Program Penelitian Manusia di Stasiun Luar Angkasa

Gambar tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 16 Maret 2026 ini menunjukkan para astronaut Shenzhou-21 melakukan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity/EVA) atau spacewalk di luar stasiun luar angkasa China yang mengorbit. (Carapandang/Xinhua/Zhang Fan)

0
Xinhua

   Eksperimen kedokteran luar angkasa menjadi salah satu bidang penelitian penting di stasiun luar angkasa China, Tiangong, yang berarti Istana Surgawi. Sejak pengumuman pengajuan publik yang dirilis pada Juni 2023, sebanyak 387 proyek telah diajukan, dan 53 di antaranya telah dilaksanakan di laboratorium luar angkasa nasional tersebut, menurut CMSA.

   China sedang menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2030. Selain itu, stasiun luar angkasa Tiangong yang mengorbit akan menerima dua kru tahun ini, dan salah satu taikonaut yang terlibat akan menjalani masa tinggal di orbit yang berlangsung lebih dari satu tahun. Seiring dengan semakin seringnya misi berawak jangka panjang di luar angkasa, memastikan kesejahteraan taikonaut menjadi perhatian publik.

   Penelitian kedokteran luar angkasa juga turut mendorong kemajuan kesehatan masyarakat di Bumi.

   Menurut Li Yinghui, seorang peneliti di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China (China Astronaut Research and Training Center), China telah meraih sejumlah pencapaian di bidang ini, termasuk menyelesaikan penelitian pertama di negara tersebut dalam cip organ luar angkasa dan penelitian pertama di dunia yang melibatkan cip jaringan pembuluh darah buatan. Hasil-hasil penelitian ini telah memberikan dukungan teoretis dan teknologi bagi studi mengenai kesehatan jantung, sistem otot, penyakit neurodegeneratif, penuaan manusia, serta perlindungan dan skrining obat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here