Menurutnya, para pekerja tambang memiliki peran lebih besar dari sekadar menjalankanpekerjaan operasional. Mereka merupakan bagian dari upaya menjaga dan mengelolakekayaan alam Indonesia yang berada di tanah Gorontalo.
“Jangan pernah berpikir kita hanya pekerja tambang. Kita adalah salah satu penjagakekayaan negeri ini yang ada di Pohuwato, dari tanah Gorontalo yang diberkahi ini.Kita mengubah sumber daya menjadi harapan. Kita mengubah batuan menjadi nilaiuntuk bangsa,” lanjutnya.
Namun, di balik nilai ekonomi dari emas yang dihasilkan dari bumi Pohuwato, Boykemenegaskan bahwa terdapat hal yang tidak dapat ditawar dalam kegiatan pertambangan,yaitu keselamatan manusia.“Tidak ada satu gram emas pun yang lebih berharga daripada satu nyawa manusia.Jika emas bisa dicari kembali, maka nyawa tidak akan pernah bisa diganti,” tegasBoyke.
Ia menekankan bahwa keselamatan bukan sekadar prosedur atau aturan perusahaan, tetapimerupakan bentuk penghormatan terhadap kehidupan dan keluarga para pekerja. Karenaitu, seluruh karyawan diajak untuk membangun budaya saling peduli dan berani mengambiltindakan apabila menemukan kondisi yang tidak aman.
“Pahlawan yang berani berkata, ‘Stop, ada yang tidak aman!’ Pahlawan yang beranimengingatkan rekannya meskipun itu sahabatnya sendiri. Pahlawan yang lebihmemilih terlambat lima menit daripada kehilangan satu nyawa,” katanya.