CARAPANDANG - Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan daftar negara-negara yang kapalnya diizinkan melintasi Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Enam negara masuk dalam daftar "negara sahabat" yang mendapatkan akses selektif ini.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa kapal-kapal dari China, Rusia, India, Irak, Pakistan, dan Bangladesh dapat melewati jalur strategis tersebut dengan syarat melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran.
"Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, Pakistan, dan Bangladesh," ujar Araghchi seperti dikutip dari pernyataan Konsulat Jenderal Iran di Mumbai.
Selain enam negara tersebut, Malaysia juga berhasil memperoleh izin dari Iran untuk meloloskan kapal tanker berbendera mereka.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas keputusan tersebut.
"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis (26/3/2026).
Araghchi menegaskan bahwa akses selektif ini diberlakukan karena Iran berada dalam status perang dengan Amerika Serikat dan Israel.