CARAPANDANG - Dokter gigi spesialis periodonsia dari Audy Dental, Ines Augustina Sumbayak, mengingatkan bahwa bau mulut yang terus-menerus muncul dapat menjadi indikasi adanya masalah pada kesehatan gusi yang perlu segera diperiksakan.
Menurut Ines, penyakit gusi umumnya ditandai dengan perdarahan, pembengkakan, serta bau mulut yang muncul akibat proses peradangan pada jaringan penyangga gigi.
"Jangan heran orang-orang yang mengalami masalah gusi itu bau banget mulutnya sebenarnya. Nafasnya berasa panas karena ciri-ciri dari peradangan sendiri ada panas yang dihasilkan," kata Ines dalam konferensi pers Pepsodent Gum Expert Lab di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan gusi yang sehat biasanya berwarna merah muda, tidak bengkak, dan bebas dari tanda-tanda peradangan. Sebaliknya, gusi yang bermasalah cenderung tampak kemerahan, membesar, dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di dalam mulut.
"Kalau misalnya tidak dijaga, gusi yang menjadi fondasi gigi akan mengalami masalah. Akibatnya gigi bisa menjadi goyang, mudah tanggal, sensitif, hingga muncul celah-celah pada gigi," ujarnya.
Lebih lanjut, Ines mengatakan gangguan gusi juga dapat menyebabkan makanan lebih mudah tersangkut di sela-sela gigi. Selain itu, penurunan gusi berpotensi memicu penumpukan plak yang dapat memperburuk peradangan apabila tidak ditangani dengan tepat.
Pada kesempatan yang sama, aktor Dion Wiyoko mengaku pernah mengalami masalah gusi karena teknik menyikat gigi yang kurang tepat.