CARAPANDANG - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) mengevaluasi pelaksanaan proyek Land Development Laboratory (LANDLAB) yang telah berjalan selama satu tahun.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan hasil kerja sama mampu menghasilkan kebijakan pertanahan yang praktis, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sistem administrasi pertanahan menuju Indonesia Emas 2045.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengatakan tujuan evaluasi tidak hanya menilai capaian program, tetapi juga memastikan seluruh rekomendasi yang dihasilkan dapat diterapkan menjadi kebijakan publik yang berdampak.
"Tujuan kita hari ini bukan sekadar mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah diselesaikan, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan, pengalaman, dan rekomendasi yang dihasilkan melalui LANDLAB ini benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang praktis, efektif, dan berdampak nyata," ujar Ossy saat membuka Joint Coordinating Committee (JCC) 2nd Meeting The Project for Capacity Development for Land Development Policy Making and Land Bank Management Improvement di Aula Prona, Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (28/7/2026).