CARAPANDANG - Penerbitan Panda Bonds senilai 7 miliar yuan (1 yuan = Rp2.660) oleh Indonesia baru-baru ini dapat memperluas diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah, baik dari sisi pasar maupun sisi investor. Demikian dikatakan Irman Faiz, selaku lead economist Bank Danamon Indonesia, kepada Xinhua pada Senin (27/7).
Pemerintah Republik Indonesia (RI) berhasil meraup pembiayaan baru senilai 7 miliar yuan atau sekitar 1,033 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.019) dari penerbitan perdana surat utang negara berdenominasi Yuan, Panda Bonds, pada 23 Juli lalu. Hal ini kembali membuktikan daya tarik yang kuat dari pasar keuangan China terhadap pembiayaan internasional, ungkap pernyataan di akun media sosial Bank of China sebagai lead underwriter dan lead bookrunner.
Menurut Irman, penerbitan Panda Bonds merupakan langkah yang strategis karena meningkatkan tingkat keberagaman sumber pembiayaan Indonesia, mengingat volatilitas luar negeri, akses ke pasar obligasi domestik China dinilai memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola kebutuhan pembiayaan.
"Dari sisi kerja sama, Panda Bonds memperdalam integrasi pasar keuangan Indonesia dan China dengan memperluas basis investor, meningkatkan akses ke likuiditas renminbi, serta mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral," ujar Irman.