"Jika konflik berlanjut, harga bisa turun di bawah US$4.000, sementara gencatan senjata dan harapan pemangkasan suku bunga dapat mendorong harga kembali menuju US$5.000," ujarnya, dikutip dari Reuters.
Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, emas sering kehilangan daya tarik di tengah lingkungan suku bunga tinggi karena kenaikan yield meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam tersebut.
Harga minyak naik seiring prospek konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan lebih lanjut. Kenaikan harga energi berpotensi memperburuk tekanan inflasi di berbagai ekonomi.
Sebuah proposal AS untuk mengakhiri hampir empat pekan pertempuran disebut "sepihak dan tidak adil", menurut seorang pejabat senior Iran kepada Reuters. Dilansir cnbcindonesia.com