Namun, kabar kesepakatan damai mengubah arah ekspektasi pasar. Harga minyak turun, imbal hasil obligasi AS melemah, dan indeks dolar AS ikut tertekan. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain.
Peluang kenaikan suku bunga AS juga ikut menurun. Pelaku pasar memangkas peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember menjadi sekitar 58%, dari hampir 70% pada pekan lalu.
Kesepakatan tersebut dikabarkan telah dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan ketua parlemen Iran. Sebelumnya, laporan dari kedua pihak menyebut penandatanganan resmi akan dilakukan dalam sebuah seremoni di Jenewa, Swiss, pada Jumat mendatang.
Dengan meredanya risiko perang, pasar mulai menilai ulang arah harga emas. Sentimen geopolitik yang sebelumnya membuat harga minyak, inflasi, dan suku bunga menjadi perhatian utama kini mulai berkurang. Alhasil, emas mendapat ruang untuk melanjutkan penguatan. dilansir cnbcindonesia.com