Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Penelitian global yang diterbitkan di The Lancet Planetary Health terhadap 10.000 anak muda dari 10 negara menunjukkan 59 persen responden sangat atau sangat ekstrem khawatir terhadap perubahan iklim, dan 45 persen menyatakan kecemasan tersebut telah mempengaruhi fungsi kehidupan sehari-hari mereka.
Para ahli merekomendasikan sejumlah langkah untuk mengatasi eco-anxiety, termasuk melakukan tindakan positif seperti bergabung dengan komunitas lingkungan, membatasi konsumsi berita yang memicu kecemasan, serta melakukan konseling dengan psikolog jika diperlukan.