Beranda Suara Senayan Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR 1992-2024 Beri Masukan ke Pemerintah

Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR 1992-2024 Beri Masukan ke Pemerintah

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo menilai persoalan utama yang sering muncul bukan semata pada kebijakan, melainkan pada tata kelola kebijakan itu sendiri serta kurangnya komunikasi publik menjadi faktor yang memperbesar resistensi masyarakat

0
Forum Kebangsaan Pimpinan MPR-DPR 1992-2024 Beri Masukan ke Pemerintah

“Kondisi fiskal kita saat ini memang berat. Karena itu, komunikasi pemerintah harus solid agar kebijakan bisa dipahami dan tidak menimbulkan kegaduhan,” ungkap Amir.

Dari perspektif politik, Priyo Budi Santoso mengingatkan potensi gesekan sosial yang bisa muncul jika aspirasi publik tidak tersalurkan dengan baik.

Dirinya menyampaikan situasi global yang tidak menentu memperbesar tekanan terhadap kondisi fiskal nasional.

“Parlemen harus menjadi penyuara rakyat, termasuk kelompok kritis dan moderat. Potensi gesekan sosial harus diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak pada stabilitas nasional,” kata Priyo.

Selain itu, Azis Syamsuddin menyoroti pentingnya penguatan fungsi pengawasan dan keseimbangan (check and balance) dalam sistem demokrasi.

Menurutnya, lemahnya fungsi tersebut dapat memicu berbagai gesekan, termasuk dalam relasi antar lembaga negara.

“Fungsi 'check and balance' harus berjalan optimal agar kebijakan pemerintah tetap berada di jalur yang benar dan mendapat legitimasi publik,” kata Azis.

Oesman Sapta Odang atau OSO menyebut kondisi nasional saat ini memerlukan ruang dialog yang terbuka agar kritik yang berkembang dapat tersampaikan kepada pemerintah secara utuh.

“Negara kita sedang menghadapi banyak tantangan. Kritik harus sampai kepada pemerintah agar bisa menjadi bahan perbaikan,” kata OSO.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here