Orang-orang mendinginkan diri di bawah sistem penyemprotan kabut air (misting) di Budapest, Hongaria, pada 6 Agustus 2026. (Xinhua/David Balogh)
WMO memperingatkan bahwa panas ekstrem, kelembapan tanah yang sangat rendah, dan kekeringan berdampak buruk pada ekosistem, pertanian, permukaan air sungai, transportasi, dan energi, sekaligus meningkatkan risiko kebakaran.
Di Bosnia dan Herzegovina, tinggi muka air di sejumlah sungai turun secara signifikan. Otoritas cekungan Sungai Sava memperingatkan bahwa tanpa curah hujan yang cukup dalam 10 hingga 15 hari ke depan, tinggi muka air dapat mendekati rekor terendah.
Sungai Rhine di Jerman, salah satu jalur perairan industri terpenting di Eropa, juga turun ke tingkat terendah dalam sejarah. Di Kaub, sebuah titik penting untuk pelayaran perairan darat, permukaan air turun di bawah rekor terendah yang tercatat pada 2018. Air yang dangkal memaksa kapal kargo untuk mengurangi muatannya, sehingga membutuhkan lebih banyak kapal untuk mengangkut volume barang yang sama dan membuat biaya pengiriman meningkat.
Bebatuan di dasar Sungai Loire terlihat saat permukaan airnya menyusut di Orleans, Prancis, pada 7 Agustus 2026. (Xinhua/Wu Huiwo)
Suhu tinggi semakin membebani sistem ketenagalistrikan, karena permukaan air yang rendah memengaruhi pendinginan fasilitas pembangkit listrik sementara permintaan untuk pendingin ruangan dan mesin pendingin meningkat.