Beranda Ekonomi Harga Energi Eropa Berfluktuasi Tajam di Tengah Perubahan Sinyal AS-Iran

Harga Energi Eropa Berfluktuasi Tajam di Tengah Perubahan Sinyal AS-Iran

Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini memperlihatkan sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Zagreb, Kroasia. (Carapandang/Xinhua/Ma Zhen)

0
Xinhua

   Penurunan tersebut ternyata tidak berlangsung lama. Setelah Iran membantah adanya negosiasi dan memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap fasilitas energi regional, harga minyak mengalami rebound ke kisaran 105 dolar AS per barel sebelum turun lagi mendekati 101 dolar AS pada sesi trading sore.

Harga bahan bakar ditampilkan di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di London, Inggris, pada 18 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Li Ying)

   Harga gas Eropa menunjukkan pola volatilitas yang serupa. Kontrak berjangka Dutch TTF yang menjadi acuan naik melampaui 63 euro (1 euro = Rp19.411) atau setara 73 dolar AS per megawatt-jam pada awal trading. Setelah pernyataan Trump, harga turun ke kisaran 54 euro (62 dolar AS), sebelum naik lagi ke sekitar 59 euro (68 dolar AS) usai respons Iran. Harga kemudian turun lagi ke angka sekitar 55 euro (63 dolar AS) pada sesi trading sore.

   Fluktuasi tajam di pasar energi berdampak langsung pada ekuitas. Indeks FTSE 100 Inggris sempat merosot lebih dari 1,8 persen, sementara indeks DAX Jerman turun di atas 2 persen pada awal trading. Namun, saat harga energi mereda, penurunan tersebut mulai berkurang dan sentimen pasar membaik, dengan FTSE 100 naik sekitar 0,6 persen dan DAX menguat sekitar 2,4 persen pada sesi trading sore.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here