Beranda Internasional Hari Ke-12 Perang Iran: 1.300 Warga Sipil Tewas, Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Sekolah Hancur

Hari Ke-12 Perang Iran: 1.300 Warga Sipil Tewas, Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Sekolah Hancur

Data tersebut mencakup 7.943 rumah tinggal, 1.617 pusat komersial dan layanan, 32 fasilitas medis dan farmasi, 65 sekolah dan lembaga pendidikan, 13 gedung Bulan Sabit Merah Iran, serta sejumlah fasilitas pasokan energi.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang memasuki hari ke-12 pada Rabu (11/3/2026) telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang parah. Otoritas Iran merilis data terbaru yang menunjukkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas, sementara ribuan bangunan sipil, termasuk fasilitas kesehatan dan sekolah, hancur akibat serangan militer.

Amir Saeid Iravani, duta besar dan perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengungkapkan bahwa sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026, sebanyak 9.669 lokasi sipil hancur terkena serangan militer AS dan Israel.

Data tersebut mencakup 7.943 rumah tinggal, 1.617 pusat komersial dan layanan, 32 fasilitas medis dan farmasi, 65 sekolah dan lembaga pendidikan, 13 gedung Bulan Sabit Merah Iran, serta sejumlah fasilitas pasokan energi.

"Mereka secara sengaja dan tanpa pandang bulu menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di seluruh negeri saya. Mereka tidak menunjukkan rasa hormat terhadap hukum internasional dan tidak menahan diri dalam melakukan kejahatan ini," kata Iravani dalam pernyataannya di markas PBB, New York, Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan data terbaru yang dirilis otoritas Iran, jumlah korban tewas telah melampaui 1.300 orang, dengan rincian korban jiwa meliputi lebih dari 200 anak di bawah 12 tahun, 11 anak di bawah lima tahun, serta lebih dari 200 perempuan . Sementara itu, jumlah warga sipil yang terluka mencapai lebih dari 10.000 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here