CARAPANDANG - Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan peringatan bersama pada Jumat (29/5/2026) tentang risiko kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) global jika lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tidak segera kembali normal sebelum puncak permintaan musim panas di Belahan Bumi Utara.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis di Washington, ketiga lembaga internasional tersebut menyatakan bahwa persediaan minyak dunia saat ini terkuras pada kecepatan rekor akibat hilangnya pasokan dalam jumlah besar yang biasanya melintasi Selat Hormuz.
Jalur perairan strategis tersebut dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
"Jika arus pelayaran tidak kembali normal, penipisan cepat cadangan minyak global menjelang puncak permintaan musim panas di Belahan Bumi Utara akan meningkatkan risiko terhadap keamanan pasokan bahan bakar, kondisi pasar, dan ketahanan ekonomi secara lebih luas," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Peringatan ini muncul di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang dimulai pada akhir Februari lalu.
Sebagai respons, Iran membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, yang praktis melumpuhkan jalur energi vital tersebut.
Data menunjukkan bahwa rata-rata kapal tanker yang melintas turun drastis dari 70 kapal per hari menjadi kurang dari 6 kapal per hari sejak Maret 2026.