Sedangkan Wakil Presiden CDI Guo Wanda mengatakan jumlah penduduk muda Indonesia yang besar didukung dengan tingkat penetrasi internet yang terus meningkat menjadikan kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor menyediakan peluang luas bagi sinergi digital antara China-Indonesia.
"Kecerdasan buatan adalah salah satu prioritas strategis China dalam lima tahun ke depan. AI akan diterapkan secara luas dan memberdayakan berbagai sektor di China, termasuk lembaga think tank seperti kami, sehingga hal ini menjadi peluang bagi China maupun Indonesia," ungkap Sudrajat.
Sementara Direktur Komunikasi Strategis Tencent, raksasa tekonologi China, Fanny Liao, dalam acara itu mengatakan pihaknya memandang penyebaran teknologi sebagai salah satu tujuan terpenting dari kecerdasan buatan.
Menurut Fanny, ketika model bahasa besar (large language model LLM) yaitu program AI dalam teks dengan kuantitas sangat besar yang berkualitas tinggi menjadi terjangkau dan praktis, maka para pengembang serta pelaku usaha secara alami akan menggunakannya.
Sedangkan Dosen ITB sekaligus Ketua Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) - konsorsium dari 21 universitas di Indonesia dan enam industri strategis - Trio Adiono mengatakan semikonduktor dan AI juga sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia periode 2025–2029.