Beranda Internasional Iran Bantah Keras Klaim Trump Soal Negosiasi dan Pengambilan Uranium

Iran Bantah Keras Klaim Trump Soal Negosiasi dan Pengambilan Uranium

Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai adanya pembicaraan negosiasi antara kedua negara.

0
Ilustrasi (The New York Times)

Tasnim melaporkan bahwa sejak awal perang, berbagai pesan telah dikirim ke Teheran melalui mediator, namun respons jelas Iran adalah akan melanjutkan pertahanan hingga tingkat pencegahan yang diperlukan tercapai.

Sementara itu, Amerika Serikat memberikan jeda lima hari dari rencana serangan terhadap pembangkit listrik Iran untuk memberi ruang bagi kemungkinan kesepakatan diplomatik. Trump menyatakan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan, AS akan terus membombardir tanpa henti.

Meskipun Iran membantah adanya negosiasi langsung, sejumlah laporan menyebutkan bahwa upaya mediasi dilakukan oleh beberapa negara regional.

Seorang pejabat Mesir yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa AS dan Iran bertukar pesan melalui Mesir, Turki, dan Pakistan pada akhir pekan untuk menghindari serangan terhadap infrastruktur energi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dilaporkan melakukan pembicaraan telepon dengan mitranya dari Turki, Hakan Fidan, yang selama ini kerap menjadi perantara dalam pembicaraan antara Teheran dan Washington.

Mesir juga mengonfirmasi telah menyampaikan "pesan-pesan jelas" kepada Iran yang berfokus pada de-eskalasi konflik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pemerintah Iran terkait ancaman AS untuk mengambil alih uranium mereka. Iran selama ini secara konsisten mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan damai dan menolak tuntutan pembongkaran fasilitas nuklirnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here