Menurut sumber yang mengetahui laporan intelijen AS, Iran telah membangun pertahanan berlapis di pulau tersebut dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pemindahan personel militer tambahan, sistem pertahanan udara MANPADS, serta pemasangan ranjau anti-personel dan anti-tank di sepanjang garis pantai.
Skenario yang dipertimbangkan AS mencakup kemungkinan pengerukan sekitar 2.500 pasukan dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang sedang menuju ke wilayah tersebut, atau penggunaan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 untuk merebut pulau strategis itu.
Sementara itu, Iran terus menolak klaim Trump bahwa negosiasi sedang berlangsung antara kedua negara. Pejabat Teheran menuduh pemerintah AS mengedepankan gagasan negosiasi "untuk membeli waktu guna mempersiapkan aksi baru di Iran selatan melalui invasi darat".