CARAPANDANG.COM, TEHERAN -- Seorang pejabat keamanan senior Iran pada Sabtu (22/8) memperingatkan negara-negara tetangga dan negara lainnya agar tidak bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam "kampanye tekanan ekonomi" terhadap Iran, dan menyampaikan bahwa Teheran akan menganggap negara-negara tersebut sebagai "musuh".
Dalam wawancara dengan stasiun televisi milik negara Iran, IRIB TV, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa Iran akan terlebih dahulu mengupayakan dialog dengan negara-negara terkait dan mendesak mereka agar tidak berpartisipasi dalam apa yang dia sebut sebagai "perang ekonomi" AS terhadap Iran.
Namun, jika negara-negara tersebut memilih untuk tetap melanjutkannya, Iran akan menargetkan kepentingan mereka, ujar Rezaei, seraya menambahkan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz dan Teluk Persia jika negara-negara regional mendukung "kampanye tekanan" AS.
Rezaei juga menuturkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga AS memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman perdamaian yang ditandatangani antara Teheran dan Washington pada Juni lalu.
Pernyataan Rezaei disampaikan usai Presiden AS Donald Trump pada Rabu (19/8) mengumumkan "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan" terhadap negara mana pun yang memberikan bantuan vital kepada Iran.