Operasi ini menyisakan empat warga sipil Palestina tewas dan memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza. Sementara itu, menurut Komite Nasional untuk Orang Hilang, lebih dari 10.000 warga Palestina masih terkubur di bawah reruntuhan di seluruh Gaza, tanpa upaya sistematis untuk penggalian atau identifikasi.
Keberhasilan pengambilan jenazah satu prajurit Israel itu disambut oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai bukti komitmen negara.
Namun, operasi tersebut juga menyoroti ketidakseimbangan yang dalam, satu jenazah Israel memobilisasi sumber daya militer yang masif, sementara ribuan korban Palestina tetap terabaikan, menjadi bagian dari lanskap kehancuran yang terus bertambah.