Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.
Angka tersebut muncul dari pembekuan aktivitas ekonomi nasional menyusul instruksi ketat Komando Front Dalam Negeri Israel (IDF) yang memberlakukan status "merah" melarang aktivitas perkantoran, menutup lembaga pendidikan, dan membatasi mobilitas warga hanya untuk layanan esensial.
Para saksi mata melaporkan bahwa beberapa pesawat yang berada di landasan pacu ikut terbakar setelah serangkaian ledakan keras mengguncang ibu kota Iran.
Seorang pejalan kaki menyusuri jalan yang penuh puing-puing pascaserangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada 6 Maret 2026. Puluhan serangan udara Israel menargetkan berbagai wilayah di Lebanon pada Kamis (5/3) malam waktu setempat dan Jumat (6/3) pagi, menghantam pinggiran selatan Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa di tengah meningkatnya ketegangan militer. (Carapandang/Xinhua/Bilal Jawich)
Formasi pengawal bendera terbang melintasi Lapangan Tian'anmen dalam sebuah pertemuan akbar untuk memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Antifasis Dunia di Beijing, ibu kota China, pada 3 September 2025. (Xinhua/Zhang Tao)
Foto yang dirilis oleh Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) pada 16 September 2025 ini menunjukkan Eyal Zamir (kedua dari kanan), kepala militer Israel, di Jalur Gaza. (Xinhua/IDF)
Mardani mengatakan sejak awal Indonesia menempatkan posisinya sebagai negara yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia. Hal ini secara tegas diamantakan dalam konstitusi negara.
Asap tebal tampak membubung dari sejumlah bangunan menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel di Haret Hreik, Beirut selatan, Lebanon, pada 4 Maret 2026. (Xinhua/Bilal Jawich)